HUTAN PERAWAN



 

Harum semerbak bau hutan perawan
dibawah pohon rindang tumbuh aneka cendawan
seorang pemburu terbaring diatas rumputan
matanya mengenang kekasih dalam bayangan bulan
alangkah wanginya bau hutan perawan
wangi bagaikan nafas seorang bayi
teduh bagaikan mata ibuku
ceria bagaikan gelak tawa remaja
dan lembut laksana jemari kekasihku
sudahlah wahai pemburu
bangun dan hirup nafasmu dalam dalam
singkap dan campakkan selimut kepedihan
hutan ini sangat ramah dan mempesona
jangan biarkan kasihnya terlantar dan sengsara
airmata kesedihan bukan milikmu
tangis penderitaan kucampakkan diatas debu
langit berkaca diatas permukaan telaga
dan mega hitam berhembus  angin tersipu sipu
wahai..... angkatlah wajahmu
dan pandanglah bunga bunga itu
lupakan lagu duka yang tertinggal jauh
nyanyikan lagu lagu baru didalam kubu cintamu
dan buang  campakkan
kenangan lama yang kian rapuh





 RINTIHAN SUKMA KURAWAN HARGA DIRI  RAJAWALI  RAJA ANGKASA  SAMUDRA DARAH NYANYIAN KEPODANG SENANDUNG RINDU MEISHIN DENDAM LAMA DARI KURAWAN DENDAM BERDARAH ARYA DWIPANGGA SENANDUNG DUKA ARYA DWIPANGGA BURUNG MERAK PENDEKAR SYAIR BERDARAH AJI KIDUNG PAMUNGKAS    CANDI WALANDIT SYAIR CINTA ARYA DWIPANGGA SENANDUNG CINTA ARYA KAMANDANU SYAIR BERDARAH ARYA DWIPANGGA KIDUNG CINTA DARI KURAWAN SYAIR KIDUNG PAMUNGKAS ARYA DWIPANGGA  SYAIR DUKA PANGERAN KEGELAPAN  SEBATANG POHON JATI SYAIR KAMAJAYA BUNGA ILALANG SEPASANG ALAP ALAP DENDAM MEMBARA TIDUR DIPANGKUAN MALAM SYAIR KEHANCURAN DWIPANGGA TARING BATARA KALA HUTAN PERAWAN TELAGA BIRU MURKA SANG HUJAN TERSENYUM DALAM HATI AKU SEORANG PENGEMBARA MENTARI PAGI MINUM ARAK SENDIRIAN KAWAH DENDAMKU CAHAYA BULAN PANGERAN KEGELAPAN BUKIT BERBUNGA BARATAYUDA













Blog saya yang lain : ,,,