TENTANG GUS MIEK

KH Hamim Djazuli (Gus Miek)


KH Hamim Djazuli atau akrab denganpanggilan Gus Miek lahir pada 17 Agustus 1940,beliau adalah putra KH. JazuliUtsman (seorang ulama sufi dan ahli tarikat pendiri pon-pes Al Falah mojo Kediri),GusMiek salah-satu tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dan pejuang Islam yang masyhur ditanah Jawa dan memiliki ikatan darah kuat dengan berbagai tokoh Islam ternama,khususnya di Jawa Timur. Maka wajar, jika Gus Miek dikatakan pejuang agama yangtangguh dan memiliki kemampuan yang terkadang sulit dijangkau akal. Selainmenjadi pejuang Islam yang gigih, dan pengikut hukum agama yang setia danpatuh, Gus Miek memiliki spritualitas atau derajat kerohanian yang memperkayasikap, taat, dan patuh terhadap Tuhan. Namun, Gus Miek tidak melupakankepentingan manusia atau intraksi sosial (hablum minallah wa hablum minannas).Hal itu dilakukan karena Gus Miek mempunyai hubungan dan pergaulan yang eratdengan (alm) KH. Hamid Pasuruan, dan KH. Achmad Siddiq, serta melaluiketerikatannya pada ritual "dzikrul ghafilin" (pengingat mereka yang lupa).Gerakan-gerakan spritual Gus Miek inilah, telah menjadi budaya di kalanganNahdliyin (sebutan untuk warga NU), seperti melakukan ziarah ke makam-makampara wali yang ada di Jawa maupun di luar Jawa.Hal terpenting lain untukdiketahui juga bahwa amalan Gus Miek sangatlah sederhana dalam praktiknya. Jugasangat sederhana dalam menjanjikan apa yang hendak didapat oleh parapengamalnya, yakni berkumpul dengan para wali dan orang-orang saleh, baik didunia maupun akhirat.
Ayahgus mik KH.Achmad djazuli Usman

GusMiek seorang hafizh (penghapal) Al-Quran. Karena, bagi Gus Miek, Al-Quranadalah tempat mengadukan segala permasalahan hidupnya yang tidak bisadimengerti orang lain. Dengan mendengarkan dan membaca Al-Quran, Gus Miekmerasakan ketenangan dan tampak dirinya berdialog dengan Tuhan ,beliaupunmembentuk sema'an alquran dan jama'ah Dzikrul Ghofilin.
gusmiek selain dikenal sebagai seorang ulama besar juga dikenal sebagai orang yangnyeleneh beliau lebih menyukai da'wah di kerumunan orang yang melakukanmaksiat seperti discotiq ,club malam dibandingkan dengan menjadi seorang kyaiyang tinggal di pesantren yang mengajarkan santrinya kitab kuning. hampir tiapmalam beliau menyusuri jalan-jalan di jawa timur keluar masuk club malam,bahkan nimbrung dengan tukang becak, penjual kopi di pinggiran jalanhanya untuk memberikan sedikit pencerahan kepada mereka yang sedang dalamkegelapan. Ajaran-ajaran beliau yang terkenal adalah suluk jalan terabasatau dalam bahasa indonesianya pemikiran jalan pintas.
Pernahdi ceritakan Suatu ketika Gus Miek pergi ke discotiq dan disana bertemu denganPengunjung yang sedang asyik menenggak minuman keras, Gus Miek menghampirimereka dan mengambil sebotol minuman keras lalu memasukkannya ke mulut Gus Miek salah satu dari mereka mengenali Gus Miek dan bertanya kepada Gus Miek." Gus kenapa sampeyan ikut Minum bersama kami ? sampeyankan tahu ini minuman kerasyang diharamkan oleh Agama ? lalu Gus Miek Menjawab "aku tidak meminumnya .....!!aku hanya membuang minuman itu kelaut...!hal ini membuat mereka bertanya-tanya,padahal sudah jelas tadi Gus Miek meminum minuman keras tersebut. Diliputi rasakeanehan ,Gus miek angkat bicara "sampeyan semua ga percaya kalo aku tidakmeminumnya tapi membuangnya kelaut..? lalu Gus Miek Membuka lebar Mulutnya dan mereka semua terperanjat kaget didalam Mulut Gus miek terlihat Laut yang bergelombang dan ternyata benar minuman keras tersebut dibuang kelaut. Dan Saatitu juga mereka diberi Hidayah Oleh Alloh SWt untuk bertaubat dan meninggalkan minum-minuman keras yang dilarang oleh agama. Itulah salah salah satu Karomahkewaliyan yang diberikan Alloh kepada Gus Miek.
jikasedang jalan-jalan atau keluar, Gus Miek sering kali mengenakan celana jeansdan kaos oblong. Tidak lupa, beliau selalu mengenakan kaca mata hitam lantaranlantaran beliau sering menangis jika melihat seseorang yang "masa depannya"suram dan tak beruntung di akherat kelak.
Ketikabeliau berda'wak di semarang tepatnya di NIAC di pelabuhan tanjung mas.Niac adalah surga perjudian bagi para cukong-cukong besar baik dari pribumi maupunketurunan ,Gus Miek yang masuk dengan segala kelebihannya mampu memenangisetiap permainan, sehingga para cukong-cukong itu mengalami kekalahan yangsangat besar. Niac pun yang semula menjadi surga perjudian menjadi neraka yangsangat menakutkan
Satucontoh lagi ketika Gus miek berjalan-jalan ke Surabaya, ketika tiba di sebuahclub malam Gus miek masuk kedalam club yang di penuhi denganperempuan-perempuan nakal, lalu gus miek langsung menuju watries (pelayan minuman) beliau menepuk pundak perempuan tersebut sambil meniupkan asap rokoktepat di wajahnya, perempuan itupun mundur tapi terus di kejar oleh Gus miek sambiltetap meniupkan asap rokok diwajah perempuan tersebut. Perempuan
tersebutmundur hingga terbaring di kamar dengan penuh ketakutan, setelah kejadiantersebut perempuan itu tidak tampak lagi di club malam itu.
Pernahsuatu ketika Gus Farid (anak KH.Ahamad Siddiq yang sering menemani Gus Miek)mengajukan pertanyaan yang sering mengganjal di hatinya, pertama bagaimanaperasaan Gus Miek tentang Wanita ? "Aku setiap kali bertemu wanita walaupunsecantik apapun dia dalam pandangan mataku yang terlihat hanya darah dan tulang saja jadi jalan untuk syahwat tidak ada"jawab Gus miek.
Pertanyaankedua Gus Farid menayakan tentang kebiasaan Gus Miek memakai kaca mata hitambaik itu dijalan maupun saat bertemu dengan tamu..."Apabila aku bertemu orangdijalan atau tamu aku diberi pengetahuaan tentang perjalanan hidupnya sampaimati. Apabila aku bertemu dengan seseorang yang nasibnya buruk maka aku menangis, maka aku memakai kaca mata hitam agar orang tidak tahu bahwa akusedang menagis "jawab Gus miek
Adanyasistem Da'wak yang dilakukan Gus miek tidak bisa di contoh begitu saja karenaresikonya sangat berat bagi mereka yang Alim pun Sekaliber KH.Abdul Hamid(pasuruan) mengaku tidak sanggup melakukan da'wak seperti yang dilakukan olehGus Miek padahal Kh.Abdul Hamid juga seorang waliyalloh.
Tepattanggal 5 juni 1993 Gus Miek menghembuskan napasnya yang terakhir di rumahsakit Budi mulya Surabaya (sekarang siloam). Kyai yang nyeleneh dan unikakhirnya meninggalkan dunia dan menuju kehidupan yang lebih abadi dan bertemudengan Tuhannya yang selama ini beliau rindukan.***


CeritaGus miek (Kebeningan hati seorang Gusmiek)


Kebeningan hati seorang Gusmiek
Gus Miek bagi sebagian orang yang pernah dekat dan mengenalnya, akan terkesan bahwabeliau adalah pengayom atau pelindung rakyat jelata, dengan kebeningan hatibeliau, mampu menembus batas kelas dan agama.
Beberapakisah berikut adalah salah satu yang mewakili dari kisah beliau. Semogabermanfaat bagi Sami'in setia yang belum pernah mengenal beliau secara dekatdan para pemerhati yang ingin lebih banyak mengetahui tentang Gus Miek.
KotaSurabaya, salah satu kota yang menjadi favourite Gus Miek, dan salah satutempat yang paling sering beliau singgahi adalah kafe di Hotel Elmi. Suasanamalam khas kafe yang gaduh, dimana entakan musik menggebrak malam, dandisudut-sudut ruangan penuh kepulan asap rokok yang menyesakkan dada, berbaurbau alkohol yang menusuk hidung. Disalah satu sudut pojok ruangan kafe terlihatseorang lelaki berwajah teduh sedang mengobrol dikelilingi beberapa orang.Tubuhnya sedang, rambutnya ikal dan diantara jemari tangannya terselip sebatangrokok.
Terdengarkalimat-kalimat yang menyejukkan dan sesekali terdengar tawa segar. Menurutorang-orang yang ada disekelilingnya tersebut, lelaki itu selain ada di kafeini juga dikenal di beberapa diskotik di Surabaya. Dan mereka semua memberikanjulukan "Kyai Nyentrik".
Itulahdunia K.H. Khamim Jazuli alias Gus Miek. Ia adalah tokoh sentral sema'anAl-Qur'an yang pengikutnya ribuan orang. Sema'an adalah kegiatan membaca danmendengarkan Al-Qur'an berjama'ah atau bersama-sama, dimana dalam sema'an itujuga selain mendengarkan Al-Qur'an, yang hadir ( sami'in) juga bersama-samamelakukan ibadah sholat wajib secara berjama'ah juga sholat-sholat sunnah yanglain, dari ba'da Subuh hingga khatamnya Al-Qur'an. Gus Miek memiliki seorangistri dan lima orang anak. Beliau dikenang sebagai Kiai yang mengayomi umat,terutama rakyat jelata. Ke khasan gayanya dalam menyebarkan kebenaran sangatlangka dan tidak seperti ulama pada umumnya. Lahan garapannya adalahorang-orang pinggiran dan para "manusia malam".
MajelisSema'an mula-mula didirikan dikampung Burengan Kediri sekitar tahun 1986.Mula-mula pengikutnya hanya 10-15 orang. Lama kelamaan berkembang menjadiribuan. Tempatnya pun tidak hanya di masjid atau dari rumah ke rumah, tetapisudah memasuki wilayah pendopo kabupaten, Kodam bahkan sampai ke Keraton Yogya.
Dariberkelana timbullah gagasan sema'an Al-Qur'an. Saya ingin benar dan tidak terlalu banyak salah. Maka saya ambil langkah silang dengan menganjurkan padapara santri untuk berkumpul sebulan sekali, mengobrol, guyonan santai, diiringihiburan. Syukur-syukur jika hiburan itu berbau ibadah yang menyentuh rahmat dan nikmat Allah. Kebetulan saya menemukan pakem bahwa pertemuan seperti itu jikadibarengi membaca dan mendengarkan Al-Qur'an, syukur-syukur bisa dari awalsampai khatam, Allah akan memberikan rahmat dan nikmatNYA.
Jadimenurut Gus Miek, secara batiniah sema'an Al-Qur'an adalah hiburan yanghasanah, hiburan yang baik. Selain juga merupakan upaya pendekatan diri kepadaAllah, dan sebagai tabungan di hari akhir. Itu yang harus bener-benar diyakinioleh jema'ah sema'an Al-Qur'an. Orang yang mendengarkan dan membaca Al-Qur'anmendapat pahala yang sama. Malah dalam sebuah ulasan seorang ulama dikatakanbahwa orang yang mendengarkan bacaan Al-Qur'an pahalanya lebih besar daripadayang membacanya, sebab pendengar lebih bisa menata hati, pikiran dan telingaserta lebih fokus pada pendekatan diri kepada Allah.
Satu-satunyaupaya untuk mengutarakan sesuatu kepada Allah menurut beliau ialah lewatMajelis sema'an Al-Qur'an ini. Karena berdasarkan sebuah hadis, "barang siapaingin berkomunikasi dengan Allah, maka beradalah ditengah-tengah suatu majelisyang didalamnya mengalun Al-Qur'an."
GusMiek memang memiliki kelebihan yang unik. Beliau lebih suka memakai pakaiantrendi ketimbang sorban, jubah maupun sarung. Pergaulannya pun sangat luas. "Saya merasa dituntut menguasai bahasa kata, bahasa gaul, dan bahasa hati,"tutur beliau.
Padasaat saya masuk diskotik, kafe atau karaoke, saya hanya bisa tertawa. Sayasenang tapi saya lebih tertarik pada pendapat seorang ulama dulu, kalau nggaksalah namanya Imam Ahmad bin Hanbal. Kalau masuk ke tempat hiburan yangdiharamkan oleh Islam, justru Imam Ahmad bin Hanbal malah bergabung dan berdoa,pada saat beliau dipintu masuk pertama. Doa beliau " Ya Allah, seperti halnyaKau buat orang-orang ini berpesta pora ditempat seperti ini, semoga Engkau jadikanpula mereka berpesta pora di akherat nanti".
Semasahidup Gus Miek selalu diburu, bahkan tidak sedikit yang merelakan waktunyaberjam-jam dan berhari-hari untuk bertemu walaupun sekedar bersalaman. Tamunyadatang dari berbagai golongan, mulai tukang becak, para banci, santri, artis,politikus, pejabat sampai Jendral. Mereka percaya bertemu dengan Gus Miek akanmembawa berkah tersendiri. Mereka kebanyakan meminta nasehat tentang berbagaipersoalan hidup. Saat beliau berumur 10 tahun sudah banyak didekati orang."Bahasa yang datang kepada saya ya itu-itu saja, minta restu, mengungkapkan kekurangan, minta doa mudah mencari rezeki, bahkan orang yang mau melahirkan juga datang kepada saya, dikira saya ini bidan," tutur beliau seraya terkekeh.
GusMiek benar-benar rendah hati. " Saya ini bukan kiai, juga bukan ulama. Saya iniorang yang dipaksa untuk dipanggil kiai. Saya ini hanya orang yang ingin melakukan kebenaran dan tak ingin terlalu banyak salah", kata beliau. " Kitaini jangan sekali kali sok suci atau super bersih, sebab didunia ini ada duapenampilan. Pertama, penampilan sebagai manusia satu-satunya dibumi yang palingtop, paling suci , paling bersih. Kedua, kebalikannya, sebagai manusia penghuni bumi yang bukan apa-apa. Saya ini hanyalah, insyaAllah kalau dalam jiwakita sudah tertanam perasaan sebagai hamba Allah, akan tertanam pula rasa dosa,rasa salah, rasa kekurangan, sehingga untuk memohon pengampunan kepada Allahakan lebih besar dan meningkat. Dan itu sulit, termasuk saya sendiri", tuturbeliau
Selain rendah hati beliau juga pribadi yang sangat sederhana. Meski keluarganya diKediri, namun tak seorangpun tahu keberadaannya. Jika beliau berada di Surabaya lebih sering berada dirumah salah satu sahabat beliau yaitu Bapak Syafi'i, didekat Masjid Ampel, beliau tak segan-segan tidur di kursi plastik jebolditemani sebuah teko kuningan berisi teh kental dan dua gelasnya. Tak lupaasbak penuh puntung rokok kretek, karena ia memang dikenal perokok berat.
Karenakerendahan hati serta tak segan-segan membantu orang yang kesusahan tersebut,bisa dimaklumi jika tamunya berjubel, bahkan pernah sampai 18 hari 18 malamtidak tidur karena sibuk menerima tamu. Karena beliau tak kuasa menolak tamu.Bahkan pernah pada saat hadir disema'an, Gus Miek langsung dikerubuti ribuanjama'ah, sampai-sampai harus diselundupkan ke jamaah wanita untuk menghindariserbuan sami'in.
Disampingsema'an Al-Qur'an, beliau juga mendirikan majelis dzikir "Dzikrul Ghofilin".Maksudnya adalah dzikirnya orang-orang yang lupa kepada Allah. Seperti halnyasema'an, majelis dzikir yang lazim disebut muzahadah inipun diikuti ribuanjama'ah dengan khusuk. Baik majelis sema'an Al-Qur'an dan Dzikrul Ghofilin inisangat diminati oleh ribuan muslimin terutama daerah Jawa Timur dan JawaTengah.
GusMiek sejak kecil memang terlihat aneh. Beliau mengaku sering dianggap anehbahkan tidak jarang ada yang mengatakan tidak waras. " Dari umur 11 tahun sayaseperti orang sakit, orang-orang menganggap saya tidak waras. Lha wong kerjaansaya hanya disungai, memancing terus menerus," tuturnya
GusMiek sejak kecil suka mengembara, bahkan orang tuanya pun tidak tahu dimanakeberadaan Khamim kecil. Dan oleh Ayahnya ia sudah dianggap anak hilang. Bahkankebiasaan Gus Miek tersebut berlanjut hingga masa tuanya. Bukan rahasia lagijika orang sulit mencarinya. Untuk bertemu beliau itu "jodoh-jodohan" atau"nasib- nasiban", kalau jodoh gampang ditemui, tidak dicaripun beliau muncul,tetapi kalau tidak jodoh, dicari-cari kemanapun bahkan sampai satu bulanpun,belum tentu ketemu, kata beberapa sami'in.
Banyakcerita tentang karomah atau kemuliaan yang muncul disekitar kehidupan Gus Miek,yang oleh orang awam dianggap aneh. Diantaranya kemampuan Gus Miek menyembuhkanpenyakit hanya dengan air putih. Banyak pula yang bercerita bahwa Gus Miek bisahadir di dua tempat. Salah satu contoh cerita yaitu saat Kiai Musta'in Romli,pendiri Pondok Pesantren Darul 'Ulum Jombang, dan salah satu seorang mursyid sebuah tarekat meninggal. Ketika itu sang ayahanda Gus Miek yaitu Kiai Ahmad Jazuliakan berangkat takziah. Gus Miek saat itu diajak ikut, tapi beliau menolak, danmemilih tinggal dirumah saja.
Berangkatlahrombongan Kiai Ahmad Jazuli ke Jombang tanpa Gus Miek kecil. Tiba dirumah duka,betapa kagetnya beliau karena melihat Gus Miek sudah berada disana. Bertanyalahbeliau kepada kerabat Kiai Mustain, dan jawaban kerabat kiai Musta'in membuatKiai Ahmad Jazuli tercengang. " Gus Miek sudah menemani Kiai Musta'in sejakseminggu sebelum almarhum wafat, Kiai ..,"tutur kerabat tersebut.
Ceritaunik yang lain ketika pada saat sholat jamaah Jum'at, tiba-tiba Gus Miekhilang. Orang-orang disekitar beliau bingung dibuatnya. Mereka sudah berusaha mencari Gus Miek kesana kemari usai sholat jum'at, namun tetap tidak ketemu.Dengan tiba-tiba Gus Miek muncul dengan membawa seonggok kurma yangranting-rantingnya masih meneteskan getah segar. Dan mereka yakini bahwa GusMiek tadi pasti habis sholat jum'at di Mekah.
Padasuatu saat Gus Miek juga terlihat lagi dikelilingi fakir miskin, Gus Miek memberikan uang kepada mereka semuanya. Anehnya uang tersebut diberikan setelahbeliau secepat kilat menggerakkan tangan kanannya ke udara, dan mendadakditangan beliau sudah tergenggam uang segepok.
Kiaikharismatik dan sederhana, kaya dengan karomah serta sangat dekat dengan orangkebanyakan, pembela serta pelindung kaum papa dan miskin ini, tak ayal dianggapseorang Wali ( Orang Suci). Sosok beliau yang pergaulannya dikenal luas ini,wafat di Surabaya tepatnya di Rumah Sakit Budi Mulia, pada 5 Juni 1993, dan dimakamkan di pemakaman para Wali, Desa Ngadi, Kecamatan Mojo, Kediri. Tempat Makam ini juga beliau penggagasnya.

PidatoGus Miek


Ulama' Sesepuh – sesepuh singdi-fatechahi kalih tiyang-tiyang sing tertera tercantum dalam Dzikrul Ghofilinniku sing badhe kulo panjengan derek'i fil Akheroh (1998).(Ulama Para Sesepuh yang mendapat kiriman Fatechah bersama orang-orang yangtertera dan tercantum dalam Dzikrul Ghofilin itu yang akan saya dan Anda semua ikuti hingga di Akherat (1998).)**
Hadirin kolowau wonten ingkang tanglet, " Gus Miek, Sami'in Qur'an niku menawi Ba'daSholat Fardhu aqibah kulli maktubalin, sing sae maos menopo ?". Damel wiridan!!kejawi panjenengan ingkang sampun nderek Ba'dit Thoriqoh Al-Muktabaroh.
Meniko ugi dados simbolipun Dzikrul Ghofilin. Resepipun nderek As-Syaikhul Imam AbiHamid Muhammad Al-Ghozali, ingkang ugi dipun ijazahaken kaliyan rayinipun Syaikh Ahmad Al-Ghozali (1988).( Para Hadirin, tadi ada yang bertanya, 'Gus Miek, Sami'in Qur'an setelah Selesai Sholat Fardhu aqibah kulli maktubalin, sebaiknya membaca apa ?". UntukWiridan !! selain Anda yang sudah mengikuti Ba'dit Thoriqoh Al-Muktabaroh, Ini juga menjadi simbolnya Dzikrul Ghofilin. Resepnya mengikuti amalan As-SyaikhulImam Abi Hamid Muhammad Al-Ghozali, yang juga di ijazahkan oleh Adiknya SyaikhAhmad Al-Ghozali (1988).)**
Jadiini sebuah pembangunan yang harus diwujudkan oleh penderek, pimpinan DzikrulGhofilin ataupun sema'an Al-Qur'an. Sebab antarane Sema'an Al-Qur'an kaliyanDzikrul Ghofilin, ingkang sampun dipun simboli kaliyan Fatichah mi'ata marrohba'da kuli sholah, meniko berkaitan manunggal (1988).(Jadi ini sebuah pembangunan yang harus diwujudkan oleh pengamal, pimpinanDzikrul Ghofilin ataupun sema'an Al-Qur'an. Sebab antara Sema'an al-Qur'andengan Dzikrul Ghofilin, yang sudah diberi simbol dengan Fatichah mi'ata marrohba'da kuli sholah, ini berkaitan dan menyatu (1988)).**
KuloPanjenengan, anggota Sami'in, Dzikrul Ghofilin khususipun, ayo podo ramahtamah, apik lahir batin karo liyan, karo sesomo, Podo-podo menungso, senajanseje wiridan, seje aliran. Kulo Panjenengan kedah ndukung kawontenan sing punkadung mantep Fin Naqshabandiyah, Fil Qodiriyah au Fi Asatidz ThoriqohMuktabaroh. Sampun ngantos terpancing mboten ngurmati dateng salah satunggalealiran wirit ingkang tegas muktabar dengan pakem-pakem ingkang sampun mu'ayyan,khasshoh, lan tegas (1990).(Saya dan Anda anggota Sami'in & Dzikrul Ghofilin khususnya, Ayo salingramah tamah, baik secara lahir batin dengan yang lain, dengan sesama. Sama-samaManusia meskipun berlainan wirid, berlainan aliran. Saya dan anda sekalianharus mendukung keberadaan yang sudah mantap Fin Naqsabandiyah Fil Qodiriyah auFi Asatidz Thoriqoh Muktabaroh. Jangan sampai terpancing tidak saling menghormatidengan salah satu aliran wirid yang denga tegas muktabar dengan pakem-pakemyang sudah mu'ayyan, khassoh, dan tegas (1990) ).**
DemiAllah, manah kulo namung nangis teng Allah, mugo-mugo Sami'in setia pengamalDzikrul Ghofilin niki kabeh masalah-masalahe tuntas, digateni karo Allah(1991).(Demi Allah, batin Saya hanya bisa menangis kepada Allah, semoga para Sami'insetia pengamal Dzikrul Ghofilin semuanya, segala masalahnya bisa tuntas, sangatdiperhatikan oleh Allah (1991)).**
"GusMiek, kulo teng kampung niku sareng-sareng tiyang kathah ?".Sing penting imut teng Allah, mboten rumaos langkung suci ketimbang liyane, orasempat nglirik maksiate wong liyo, kaleh sinten-sinten nggadah manah sing sae.Nggih niku ciri khase pengamal Dzikrul Ghofilin (1991).( " Gus Miek, Saya di kampung itu sering berkumpul dengan orang banyak ?".Nasehat Gus Miek, yang penting ingat akan Allah, tidak merasa yang paling sucidari yang lain, tidak usah mengurusi perbuatan maksiatnya orang lain, dengansiapapun harus lebih menonjolkan perilaku yang baik. Itulah ciri khas pengamalDzikrul Ghofilin (1991)).**
Mugi-mugitermasuk Dzikrul Ghofilin sing pun dados ketahanan batiniyah, mangke dadospenyangga kulo panjenengan wonten ing sidang-sidang yaumal chisab. Niku singpenting.Ditengah-tengah kulo panjenengan angel noto bojo, noto rumah tangga, sulitnyamenciptakan sesuatu yang indah, tanda-tanda musibah badhe dugi, berarti kulopanjenengan dituntut nyusun ketahanan batiniyah, nyentuh dos pundi supadosAllah niku sayang, gati teng kulo panjenengan. Niki mawon (1991).( Moga-moga wirid Dzikrul Ghofilin bisa menjadi ketahanan batiniyah, menjadipenyangga Saya dan Anda sekalian pada hari sidang Yaumal Chisab. Ini yangsangat penting.Ditengah-tengah Saya dan Anda sekalian kesulitan menata istri/suami, menata rumah tangga, kesulitan menciptakan sesuatu yang indah. Dan menunggu tanda–tanda musibah yang akan datang, berarti Saya dan Anda sekalian dituntutmenyusun ketahanan batiniyah hingga menyentuh bagaimana supaya Allah itusayang, perhatian dengan Saya dan anda sekalian. Itu saja (1991)).**
Pramilokulo crios dateng lare-lare, ngomongke Dzikrul Ghofilin ojo pisan-pisandiiklan-ne, dipromosi'ne minongko senjata katrol sukses duniawiyah (1991).( Untuk itu Saya berharap pada anak-anak, berkaitan dengan Dzikrul Ghofilinjangan sekali-kali di-iklankan, dipromosikan sebagai alat atau senjata untukmengkatrol sukses duniawiyah (1991)).




0 komentar:

Blog saya yang lain : ,,,