KERINDUAN HATI

Hujan yang sangat lebat
terpancar kilatan petir dari jendela kamar,
 terdengar gemuruh suara di luar yang begitu dahsyat.


Saat ini hujan dan gelap. 
Tidak ada penerangan dan cahaya sedikit pun. 
Hanya kilatan petir serta sinar telepon genggam ini yang menerangi. Bukan mati listrik, tetapi memang sengaja dimatikan.

Gemuruh suara semakin kencang, 
sangat kencang, hingga merasa takut. Namun, 
rasa takut itu hilang dengan sebuah rasa.
Rasa rindu...

Saat ini hujan dan sendu.
Ya, rasa sendu.........
 lalu muncul lah rasa rindu.

Kerinduan memang selalu datang di tengah kesenduan. Selalu begitu, mengapa? karena sendiri, tak ada yang menemani, sepi, kemudian hadir si pengoyak hati, yaitu RINDU.

Rindu dan sendu...
Datang beriringan, muncul bersamaan, hadir berbarengan, serta pulang bergandengan. Bersama selamanya.

Selalu merasa rindu jika sendu menghampiriku...

-------***-------

Pernah kukenal baik rasa bahagia itu,
tatkala tunas mulai tumbuh di tepi batu
seribu daun yang mekar,
bermandi embun terhangatkan mentari


Semoga masih ada,
yang ingin bertutur kata tentang bahagia,
saat musim semi mengetuk jendela kaca,
sehingga tiada sesiapa yang terantuk luka

Dan,
Manakala daun-daun bermekaran sepanjang jalan,
Kala bebunga telah merekah,
anginpun sibuk menghirupkan aroma cinta,
yang tercium dari napas benang sari dan putiknya

Pernah kureguk rasa getir itu,
tatkala tunasku mulai layu di hempas waktu
seribu daun yang terkapar,
terbakar oleh sengatan sang mentari

Semoga masih ada,
yang ingin bertegur sapa dengan tawa,
saat musim gugur mengetuk beranda pintu,
Biarpun lidah telah beku berdansa dengan kata,

Dan, Manakala daun-daun mulai tercerai dari dekapan dahan,
Kala tangkainya tak lagi hangat memeluknya,
anginpun sibuk membisikkan rayuannya,
hingga ranting-rantingpun terbuai diayunnya

-------***-------

Rinduku padamu….
bertambah subur bagai tanah yang diguyur hujan
Rinduku padamu….
terus bermekaran bagai bunga di musim semi
Rinduku padamu….
takkan hilang seperti matahari yang terus bersinar
Rinduku padamu….
terpatri indah direlung hati
Karena....
rinduku padamu memberi jawaban
akan sebuah makna cinta sejati…
Rindu ku Padamu ....
Bagai Bulan Tak Bertemu MataHari
Rindu ku Padamu ....
Seolah-olah air yang mengalir yang tak ada hentinya..
karena ..rinduku pada mu 
melebihi akan cinta kepada air yang dingin 
akan panas nya di siang hari..

-------***-------



Category:
Blog saya yang lain : ,,,